June 23

Status quo Masjid Al-Aqsa Sejak 1967 Hingga 2017

Sejak 1967, Yordania dan Israel sependapat bahwa Wakaf, atau kepercayaan Islam, akan mempunyai kontrol atas hal-hal di dalam rumit mesjid Al-Aqsa, sementara Israel akan mengatur keamanan eksternal. Non-Muslim akan diizinkan ke laman selama jam berkunjung, namun tidak akan dibiarkan untuk shalat di sana. Melainkan, gerakan Kuil yang meningkat, seperti Faithful Mountain Temple dan Institut Kuil, telah menantang larangan pemerintah Israel untuk membolehkan orang Yahudi memasuki kompleks, dan mereka bertujuan untuk membangun kembali Kuil Yahudi Ketiga di rumit hal yang demikian. Klasifikasi-golongan semacam itu didanai oleh anggota pemerintah Israel, walaupun mereka mengklaim keinginan untuk mempertahankan status quo di website hal yang demikian. Sementara itu, bila anda berniat untuk berkunjung ke Masjid Al-Aqsa, anda bisa mencoba jasa Tour Aqsa Surabaya terpercaya, supaya anda bisa berangkat kesana dengan layanan yang terbaik dan aman dengan harga terjangkau.

Hari ini, pasukan Israel secara rutin memperkenankan kategori-kelompok, beberapa dari ratusan, pemukim Yahudi yang tinggal di wilayah Palestina yang diduduki untuk turun ke rumit al-Aqsa di bawah perlindungan polisi dan tentara, membangkitkan kekhawatiran Palestina tentang pengambilalihan Israel atas kompleks tersebut.

Pada tahun 1990, Temple Mount Faithful mengucapkan akan meletakkan landasan bagi Kuil Ketiga menggantikan Kubah Batu (Dome of Rock), yang menyebabkan kerusuhan dan pembantaian di mana 20 warga Palestina dibunuh oleh polisi Israel.

Pada tahun 2000, politisi Israel Ariel Sharon memasuki situs suci hal yang demikian ditemani oleh sekitar 1.000 polisi Israel, dengan sengaja menegaskan kembali klaim Israel atas kawasan yang diperebutkan tersebut, sehubungan dengan perundingan tentram yang dipelopori oleh Perdana Menteri Ehud Barak dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang termasuk diskusi mengenai bagaimana kedua belah pihak bisa berbagi Yerusalem. Pintu masuk Sharon ke markas melepaskan Intifada Kedua, di mana lebih dari 3.000 warga Palestina dan sekitar 1.000 warga Israel terbunuh.

Pada bulan Mei 2017, kabinet Israel mengadakan pertemuan mingguan di terowongan di bawah Masjid al-Aqsa, pada peringatan 50 tahun pendudukan Israel di Yerusalem Timur, \”untuk menandai pembebasan dan penyatuan Yerusalem\”, yang yaitu sebuah langkah yang membikin berang warga Palestina.


Tags: , ,
Copyright 2019. All rights reserved.

Posted June 23, 2019 by admin in category "Resources

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *